DAPUR SOLO : Kuliner Khas Solo

2.21.2014




Dapur Solo, resto yang mengusung sajian makanan khas Solo ini minggu kemarin mengadakan "Pesta Gelar Masakan Solo" untuk menyambut HUT kota Solo ke 269 pada 17 Februari 2014. Sebagai pemilik Dapur Solo, Ny. Swan Sumarga, mengundang blogger dan media untuk memperkenalkan kuliner khas Solo ke publik, khususnya generasi muda yang mungkin sudah kurang familiar dengan makanan daerah. Padahal warisan kuliner Nusantara sangat variatif dan kaya rasa serta unik.


Dapur Solo sudah dimulai dari tahun 1988 dari sebuah garasi rumah Ny. Swan Kumarga. Sambil mengurus anak dan keluarga, Ny. Swan memulai bisnis ini. Makanan yang ditawarkan adalah makanan favorit Ny. Swan, yaitu rujak. Promosi nya pun hanya menggunakan brosur bertulisan tangan yang disebarkan dengan sepeda ontelnya ke lingkungan sekitar tempat tinggal saja. Usaha ini mendapat respon yang baik hingga terus berkembang sampai sekarang menyajikan aneka makanan khas Solo, kota asalnya. Pilihan yang tepat jika ingin menyantap hidangan khas Solo yang otentik ya di Dapur Solo.
Dalam "Pesta Gelar Masakan Solo" ini disajikan aneka makanan khas Solo yang beragam, unik, dan bahkan sudah jarang ditemui sekalipun di Solo. Buat kamu yang rindu atau ingin coba aneka kuliner khas Solo, yuk mari lihat kekayaan kuliner Solo disini.  

Brambang Asem 
ini merupakan salah satu hidangan khas Solo yang sudah agak langka dan nyaris punah. Di kota asalnya, Solo, panganan ini dapat ditemukan di Pasar Gedhe Solo, namun sekarang jumlah pedagang brambang asem juga sudah berkurang. Menu ini terdiri dari satu sayuran daun Ubi Jalar (di Solo disebut dengan jeglor) yang direbus, kemudian disiram dengan sambal yang mirip bumbu rujak dengan dominan rasa pedas dari cabe rawit, asem jawa, terasi dan bawang merah. Ada lauk tambahan juga berupa tempe gembus yang dibacem. Perpaduan rasa manis gurih tempe berpadu apik dengan bumbu brambang yang pedas manis. Citarasa unik yang harus dilestarikan.




 Nasi Langgi Solo
Tampilannya sungguh menggoda sekali. Nasi kuning berbentuk mini tumpeng yang disajikan lengkap dengan telur dadar, serundeng, abon sapi, sambal goreng kentang, keripik kentang, daging sapi suwir, ayam goreng kampung, sambal serta kerupuk udang. Menu lengkap komplit dan khas Solo ini pilihan yang patut kamu coba disini.


 Nasi Liwet Solo
Nasi Liwet khas Solo sangat berbeda dengan ala sunda. Nasi liwet solo menggunakan nasi yang dimasak dengan santan dan juga kaldu ayam, lebi beraroma dan agak sedikit basah, disajikan dengan ayam opor suwir, labu siam, telur, ati dan rempelo ayam rebus, telur kukus, tempe bacem, rambak dan areh. Menu ini sungguh autentik khas Solo.




Lontong Solo

Sekilas mirip dengan Lontong Cap Go Meh. Memang agak mirip sih cuma mungkin lebih manis karena ala Jawa. Lontong dengan kuah santan  yang cukup light disajikan lengkap dengan suwiran ayam opor, rendang, sambal goreng kentang, telur pindang, dan kerupuk udang. Meskipun bersantan tidak terasa penuh lemak di mulut.


Selat Solo
Selat Solo menurut saya mirip steak tapi agak berkuah. Sering disebut juga dengan Steak Jawa. Tapi untuk orang Solo, menu ini adalah bukanlah menu berat, biasa disantap sebagai makanan ringan. Selat Solo disajikan dengan kacang panjang, wortel, kentang, acar, bawang merah, keripik kentang serta telur pindang. Recommended to try!


Es Dawet Daun Suji

Pelepas dahaga yang super segar siang itu. Ciri khas dawet solo adalah dibuat dari daun suji asli tanpa pewarna. Dipadukan dengan santan gula jawa yang manis plus es batu yang dingin memang nikmat. 


Wedang Ronde

Kalau menu ini biasanya disajikan hangat. Karena banyak khasiat yang terkandung dalam berbagai rempah-rempah yang menjadi bahan dasarnya. Ronde dibuat dari tepung beras yang diisi dengan kacang tanah. Minuman ini sangat cocok untuk menghangatkan tubuh.




Wedang Uwuh

Minuman ini sangat unik menurut saya. Dalam bahasa jawa wedang berarti minuman dan uwuh berarti sampah. Kalau digabung artinya adalah minuman sampah haha mungkin karena wujudnya yang terdiri dari dedaunan yang dimasukkan dalam gelas sehingga terlihat seperti sampah. Minuman ini nikmat bila tersaji hangat, dengan rasa manis dan pedas. Rasa pedas ditimbulkan dari jahe. Wedang uwuh juga berkhasiat mencegah masuk angin, melancarkan peredaran darah, dan konon bisa menghaluskan kulit lho. 

Selain menu makanan dan minuman, jangan lewatkan juga aneka kudapan dan jajanan pasar tradisional khas Solo yang unik.

 

Jajanan pasar ini, terdiri dari tiwul, cenil, grontol, sawut singkong serta ketan item. Biasanya hidangan ini banyak ditemukan di Pasar Gedhe, Solo. Saya jabarkan sedikit tentang masing-masing jajanan ini. Grontol terdiri dari jagung dan diberi taburan kelapa parut, manis, sederhana dan enak. Tiwul berbahan dasar dari singkong yang diolah dengan gula jawa. Cenil terbuat dari tepung singkong dan diberi warna-warni. Sawut Singkong adalah singkong yang diparut kasar kemudian direbus. Rata-rata rasanya manis, cocok dijadikan teman minum teh.

Pastel - Mendut & Sosis Solo - Jadah Blondo - Nagasari - Semar Mendem

Pastel, masih umum ditemui di Jakarta. Berisi sayuran seperti wortel, buncis, daging ayam , soun dan telur rebus. Lebih nikmat sebagai kudapan plus cabe rawit. Mendut ini saya baru pernah lihat, sangat unik, terbuat dari ubi atau singkong dan di dalamnya ada gula jawa, ternyata rasanya manis dan enak. Sosis Solo, bentuknya tidak seperti sosis, karena sesungguhnya sosis solo adalah dadar gulung yang berisikan daging sapi atau ayam.  Satu lagi menu yang 'baru' buat saya yaitu Jadah Blondo,terbuat dari singkong yang kenyal berpadu dengan ampas minyak kelapa kecoklatan. Nagasari mungkin lebih familiar buat kita, yang biasa dikenal juga dengan kue pisang, terbuat dari tepung beras dan santan yang kemudian dikukus, potongan pisang dengan testur rasa manis gurih ini sungguh nikmat. Semar Mendem, agak mirip lemper tapi dibungkus dengan dadar.



Bubur Jagung

Ini menu yang akan segera dipasarkan oleh Ny.Swan di Dapur Solo. Bubur jagung terdiri dari campuran pacar cina dan jagung rebus dan disiram dengan santan. Ini favorit saya, manisnya pas dan enak. 



Bubur Lemu

Awalnya saya agak underestimate dengan menu ini, tapi perasaan itu sirna ketika saya mencoba nya. Surprisingly super yum. Bubur Lemu memang khas Solo yang sudah nyaris punah. Dinamakan Bubur Lemu, karena dalam bahasa jawa, Lemu berarti gemuk. Dengan kata lain, ini bubur yang bisa bikin gemuk karena banyak santan dan topping yang lengkap. Topping bubur ini terdiri dari tahu dan telur rebus, sambal krecek dan ayam. Enak banget!


Cabuk Rambak

Ini merupakan kudapan favorit masa kecil teman saya yang memang wong Solo. Saya ingat dulu dia sering bercerita tentang makanan ini yang katanya cuma ada di Solo. Sekarang saya senang bisa menikmatinya di Dapur Solo yeay! Sebenarnya menu ini sederhana, ketupat potong dan disiram bumbu perpaduan kacang yang berbeda karena ada campuran wijen dan daun jeruk. Aromanya pun lebih wangi. Disantap dengan rambak atau krupuk kulit sapi yang nikmat. Sangat autentik.




Pengalaman "Pesta Gelar Masakan Solo" ini sangat seru, menarik, menambah wawasan tentang kuliner Indonesia yang ternyata sangat kaya, beragam, dan enak tentunya. Pengetahuan kuliner Solo yang sangat bermanfaat dari Ny. Swan selaku owner. Semoga Dapur Solo bisa melestarikan kuliner Indonesia agar tetap jaya di negri sendiri.  Dan semoga postingan saya ini bisa membantu memperkenalkan warisan kuliner ini ke generasi muda agar lebih menikmati dan mencintai warisan kuliner nusantara yang maknyus! Terimakasih untuk Jakartaseru dan Dapur Solo sudah mengadakan event ini. 
Dirgahayu Solo! Pokoke' maknyuss :D


Dapur Solo
Jl. Panglima Polim I No.95
Kebayoran - Jakarta Selatan
(021) 7222311



4 comments:

caturguna said...

Ulasannya bagus n lengkap bangeettss :) makasih yaaa semoga kuliner tradisional makin dikenal

momogrosir said...

wedang. suka sama wedang. mau donk

Syauqi Raffasya said...

Delivery order kah?
Hehehe..

Syauqi Raffasya said...

Delivery order kah?
Hehehe..

Post a Comment